Nonton TV di Batasi

RANGKASBITUNG – Guna mengimplementasikan Perda No: 2/ 2010 tentang Pe­nyeleng­garaan Pendidikan khu­susnya pasal 76 ayat 2 point d tentang Pembatasan Menonton Televisi, Wakil Bupati Amir Hamzah me­ngim­bau masyarakat me­mati­kan te­levisi pada pukul 18.00 – 20.00.
Se­hingga, tujuan Lebak menjadi kabupa­ten pen­didikan dan Rang­kas­bitung se­bagai kota pelajar dapat di­realisasikan. “Kita berharap, ma­syarakat mendukung pelak­sanaan perda ini karena pen­di­dikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak akan habis dalam 20 atau 30 tahun ke depan,” ujar Amir Hamzah saat mem­buka Mus­da III Mu­ham­madiyah Lebak di Salahaur, Rang­kas­bitung, Sabtu (12/3).

Amir mengakui, sejak diter­bit­kannya ini, pemda belum op­timal melakukan sosialiasi tentang isi dari peraturan daerah tersebut. Namun, di setiap kali kesempatan berkunjung ke daerah, Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat daerah terus menyosialisasikan perda ter­sebut pada masyarakat. Walau­pun hasilnya, belum dirasakan dan masih banyak warga yang menghidupkan televisi pada pukul 18.00 – 20.00. Kenyataan tersebut tidak bisa dibantahkan, karena banyak orangtua yang belum mengetahui isi dari perda tersebut. “Ke depan kita akan opti­­malkan aparat desa, ke­camatan, dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan ter­ha­dap masya­rakat. Tentu saja, akan didahului dengan sosiali­sasi,” harapnya.

Menurutnya, kebijakan pe­me­rintah tentang pembatasan menonton televisi pada jam belajar anak sekolah harus didu­kung semua pihak. Ma­syara­kat mesti berpartisipasi meng­ingatkan anggota keluarga dan tetangga mereka agar tidak menonton televisi setelah magh­rib. Amir yakin, kebijakan ter­se­but sesuai dengan ke­inginan dan harapan dari semua elemen masyarakat, termasuk organisasi Muhammadiyah di dunia pen­di­dikan dan kesehatan. “Karena itu, kami ingin kader Muham­madiyah maupun organisasi massa lainnya mau menyo­sia­lisasikan perda ini sehingga tujuan Lebak menjadi kabu­paten pen­didikan dapat ter­wujud,” imbuhnya.

Ketua Pengurus Daerah Mu­ham­­­ma­diyah Dadang Bur­ha­nu­din yang ter­pilih memimpin Mu­­hamadiyah Lebak untuk kali ke­dua menyambut baik kebi­ja­kan Pemkab tersebut. Kata­nya, kebijakan pemda dalam pen­­didikan sudah tepat, seka­rang tinggal implementasi dari pera­tu­ran tersebut.

Muham­ma­diyah sendiri berko­mitmen memajukan dunia pen­­didikan di daerah dan akan berupaya maksimal mendukung terwu­jud­nya Le­bak sebagai kabu­pa­ten pen­didikan dan Rang­kas­bi­tung se­bagai kota pelajar. “Sa­ya kem­bali di­ama­nahi me­mim­pin Muham­ma­diyah Lebak hingga 2015. Mudah-mudahan, an­tara pem­­da dan Muham­ma­diyah selama ini dapat te­rus diting­kat­kan dan ter­penting Muham­ma­diyah dapat berperan dalam pem­ba­­ngu­nan,” ung­kapnya. (tur/man/del)


Sumber : Radar Banten
Previous
Next Post »
Thanks for your comment