Jangan Diskriminasi Guru Madrasah

RANGKASBITUNG –Kementerian Agama (Kemenag) Lebak meminta Pemkab Lebak tidak berlaku dis­kri­minatif terhadap guru madrasah.

Pa­salnya, para sis­wa yang belajar di MI, MTs, dan MA merupakan warga Le bak yang banyak menimba il­mu dari guru madrasah.
Hal itu disampaikan Pjs Kepala Kemenag Lebak Abdul Rouf di hadapan peserta Musyawarah Be­sar I PGMI Kabupaten Lebak di aula MTs Negeri Pasir Sukarakyat, Rang­kasbitung, Sabtu (19/3).
Katanya, guru madrasah punya peran penting dalam menata ke­hi­­dupan masyarakat. Pada zaman ke­­merdekaan, peran guru ma­dra­sah cukup besar menggerakkan se­­mangat kemerdekaan kepada pa­ra pelajar Indonesia. Mereka mam­pu membangkitkan semangat dan menjaga moral generasi muda Indonesia dengan baik. Maka, tidak sepatutnya guru madrasah dimarjinalkan dan kurang menda­pat perhatian. “Ke depan, guru madrasah harus diper­hi­tungkan, karena itu kualitas ke­il­muan para guru harus ditingkatkan. Di sam­ping itu, mereka harus ber­satu dalam satu wadah agar aspirasinya didengar oleh pemimpin negeri ini,” ujar Abdul Rouf.
Katanya, jumlah guru madrasah di Lebak cukup banyak, namun me­reka terkadang mendapatkan perla­kuan diskriminatif dari Pem­­kab. Ke depan, melalui or­ga­nisasi Persatuan Guru Ma­dra­sah In­do­nesia (PGMI) diharapkan guru madrasah tidak lagi ter­ping­girkan dan dapat kembali memegang perannya dalam pembangunan. Mereka tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pemerintah, karena itu PGMI akan jadi wadah guru madrasah dalam mem­per­juangkan hak-hak mereka.“Saya tegaskan, pem­bentukan PGMI Lebak tidak ada hubungannya dengan ritual politik di Banten. Ini murni untuk me­nam­pung aspirasi para guru dan memperkuat eksistensi guru madrasah di ha­dapan pe­merintah dan sta­keholders pen­didikan lain­nya,” paparnya.
Masih di tempat yang sama, Ketua PGMI Banten Sandir Usman menyatakan, saat ini guru madrasah di Lebak jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka tersebar di 28 kecamatan. Menurutnya, diakui atau tidak peran mereka cukup besar dalam mencerdaskan ge­nerasi muda di Lebak. Walaupun, pe­­ngabdian mereka kurang men­dapat perhatian dari pemerintah. “Melalui PGMI, saya berharap ke depan guru madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pe­merintah daerah. Karena se­jatinya, mereka juga bekerja keras mencerdaskan putera Lebak dan Banten. Sama seperti guru-guru lain yang mengajar di SD, SMP, dan SMA,” tegasnya. (tur/man)


Sumber : Radar Banten
Sumber Gambar : Google Image
Previous
Next Post »
Thanks for your comment