Hoax, Radiasi Nuklir Menyebar ke Asia


AP PHOTO/NTV JAPAN VIA APTN
Gambar yang diambil dari televisi NTV memperlihatkan asap membubung dari Fukushima Daiichi, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Okumamachi, Prefektur Fukushima, Jepang, Sabtu (12/3). Bagian atap serta tembok bangunan PLTN itu retak akibat guncangan gempa sehari sebelumnya. Kekhawatiran muncul akibat bocornya radiasi nuklir dari reaktor nuklir di PLTN tersebut.


MANILA, KOMPAS.com - Beredar kabar sepanjang Senin (14/3/2011) ini bahwa radiasi nuklir yang bocor dari PLTN di Fukushima, Jepang akan menyebar ke sejumlah negara Asia lewat angin dan hujan. Namun, hal tersebut dibantah. Kabar tersebut dipastikan hanya hoax alias kabar burung.

Di layanan Twitter dan BBM (BlackBerry Messenger) kabar tersebut mencatut nama BBC News. Disebutkan dalam pesan tersebut bahwa Pemerintah Jepang memastikan terjadi kebocoran di pembangkit nuklir Fukushima. Negara-negara Asia diminta waspada. Jika turun hujan, tetap di dalam rumah selama 24 jam. Tutup pintu dan jendela. Olesi kulit leher dengan betadine di sekitar kelenjar thyroid karena radiasi akan menyerang thyroid lebih dulu. Lakukan pencegahan ekstra.

Radiasi disebutkan mungkin mencapai Filipina pada pukul 16.00 hari ini. Namun, semua itu cuma kabar burung dan langsung dibantah otoritas Filipina.

"Angin dari Jepang tidak akan menuju kemari. Tidak benar bahwa akan ada angin yang membawa hujan asam," kata Aldczar Aurelio dari PAGASA (Philiphine Atmospheric Geophysical and Astronomical Services Administration) seperti dilansir situs Allvoices. Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa angin di wilayah reaktor berhembus dari Fukushima menuju Samudera Pasifik.

Departemen Sains dan Teknologi Filipinan atau DSOT juga menegaskan bahwa radiasi nuklir yang dihasilkan reaktor di Fukushima sejauh ini sangat kecil kemungkinannya menyebar jauh. Meski demikian, semua lembaga terkait nuklir terus memantau perkembangannya.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) juga menyatakan bahwa risiko kesehatan publik akibat kebocoran pembangkit nuklir Jepang tetap dalam skala "cukup rendah".

"Ini bukanlah masalah kesehatan publik. Tidak akan seperti Chernobyl," ungkap Malcolm Crick, Sekretaris Komite Ilmiah PBB Bidang Efek Radiasi Atom seperti dikutip Reuters.

Sumber :
Berita Kompas : http://kompas.com


Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
15 March 2011 at 01:42 ×

informasi cukup tuk menjadi argumen pylmt khwtran masyarakat akan hujan asam.

Congrats bro dNoer's Paradise you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment