Harga Pertamax Naik Gara-gara Radiasi Nuklir Jepang


REPUBLIKA.CO.ID, MANADO--Selidik punya selidik, ternyata kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax cs dipengaruhi oleh krisis nuklir Jepang. Hal ini disampaikan Sales Area Manager BBM Retail Pertamina Manado, Irwansyah, Rabu.

Di mana hubungannya? Irwansyah mengatakan, radiasi nuklir yang diakibatkan gempa dan tsunami menjadi pelajaran menakutkan bagi negara yang punya pembangkit listrik tenaga nuklir. Belajar dari Jepang, beberapa negara menghentikan pengoperasian energi nuklir mengganti dengan bahan bakar minyak.

"Bergantinya penggunaan ke bahan bakar minyak tersebut, mengakibatkan permintaan meningkat tajam, dan hal inilah yang mendorong harga BBM di pasar internasional melonjak sangat tinggi, dampaknya pada harga pertamax," kata Irwansyah.

Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi khususnya pertamax di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang mengalami kenaikan hingga 7,5 persen. Harga pertamax di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) naik 7,5 persen menjadi Rp9.300 per liter di Manado, Bitung, Minahasa Utara dari sebelumnya Rp8.650 per liter, dan tertinggi di Kotamobagu Rp9.400 per liter.

Sementara harga di Minahasa Induk, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Tomohon menjadi Rp9.350 per liter dari sebelumnya Rp8.700 per liter.

Sumber : REPUBLIKA
Previous
Next Post »
Thanks for your comment